15 Milenials Big Trend to Watch in 2018 (and beyond)

Hari Sabtu, 3 Februari 2018 Pukul 08.30 – 12.00 WIB telah berlangsung #InsightClass atau Kelas Pengetahuan Komunitas Memberi yang pertama di tahun 2018, sharing session oleh Pak Yuswohady tentang “15 Milenials Big Trend to Watch in 2018 (and beyond)” bertempat di Kantor Kaskus.

Acara yang dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan profesional, entrepreneur hingga akademisi berlangsung lancar dan seru dengan interaksi aktif antara pemateri & audiens.

materi bisa didownload via bit.ly/ebookmilenial

Momen tersebut sekaligus sebagai kelas keterampilan pertama (workshop #UkmGoGlobal ) angkatan ke-5 yang dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara peserta kelas angkatan 5, perwakilan alumni, serta para pemateri (pakar & profesional yg telah sukarela berbagi ilmu sejak awal Komunitas Memberi berdiri di tahun 2013).

Sesi Ramah tamah Pemateri, volunteer yg telah berbagi sejak tahun 2013

Jangan lewatkan berbagai event menarik dari Komunitas Memberi. Setiap event kami selalu free sebagai wujud dedikasi kami untuk turut serta berkontribusi pada negeri.

Komunitas Memberi Indonesia
Semangat memberi untuk negeri

Join our movement:
klik bit.ly/daftarmemberian

Para Volunteer & peserta memberian angkatan ke-5 berfoto bersama

 

#KelasInspirasi Kunjungan ke PT Sinde Budi Sentosa

Hari kamis, 25 Januari 2018 dipayungi cuaca yang mendung dengan iringan rintik gerimis, Komunitas Memberi berkunjung ke kawasan industri Tambun, tepatnya di kawasan industry PT Sinde Budi Sentosa, salah satu perusahaan farmasi nasional terbesar dengan pangsa pasar Internasional, produk-produknya telah diekspor ke beberapa negara di kawasan Asia bahkan hingga Eropa. Pukul 14.00 WIB, rombongan Komunitas Memberi yang terbagi atas beberapa kloter langsung  disambut ramah oleh jajaran Manajemen PT Sinde Budi Sentosa. Dan yang lebih membuat kami kagum sekaligus bangga dan salut, CEO Sinde, Bpk Jony Yuwono sampai menyempatkan diri disela-sela kesibukannya untuk menyambut kedatangan kami.

Acara dibuka oleh perwakilan manajemen PT Sinde dan selanjutnya langsung dibawakan oleh Bpk Jony Yuwono, selaku generasi kedua PT Sinde sejak usaha tersebut didirikan dari berbentuk usaha kaki lima oleh Ayahanda beliau, Bpk Budi Yuwono. Lewat tema Change Management & Handling Conflict, Bpk Jony Yuwono sharing tentang tantangan & peluang yang dihadapi,baik skala makro maupun mikro selama menakhkodai PT Sinde Budi Sentosa.

Beliau berkisah tentang sejarah berdirinya usaha  Sinde, dimulai dari kisah perjuangan ayah beliau, Bpk Budi Yuwono Tjioe.

“Papa saya mulai menjalankan usaha dari jualan kaki lima, menjaga toko, sampai menjadi salesman, setelah 3 tahun merantau  di Surabaya, Papa kembali ke Jakarta dan melanjutkan jualan obat tradisional di Kawasan Glodok. Saat itu, Ia dagang di kaki-lima, sehingga gerobak tempat berjualan sering dirazia petugas Satpol PP.” kenang Bpk Jony Yuwono

dengan gerobak inilah, Pak Budi Yuwono berjualan di kawasan Glodok dan sering kena razia Satpol PP

Karena merasa tidak aman  berdagang kaki-lima, Ia kemudian memikirkan usaha yang lebih kokoh, dengan mendirikan perusahaan obat dan jamu. Perusahaan itu dinamai Sinar Dewa kepanjangan dari Sinde, yang kelak menjadi cikal bakal PT Sinde Budi Sentosa. Usaha  Sinde pun terus menanjak, dari kaki-lima kemudian mulai menggunakan sepeda motor, kemudian mobil, hingga dagangannya diangkut truk besar untuk melayani konsumen di berbagai kota seperti Bogor, Bandung, Cirebong, Semarang, Yogyakarta, Lampung, bahkan hingga Aceh.

PT Sinde, yang sedari awal mempekerjakan belasan orang, kini telah mempekerjakan lebih dari 900 orang karyawan, menjelma menjadi perusahaan raksasa penghasil minuman penyegar yang menembus pasar ekspor di 14 negara. PT Sinde memiliki 23 jenis atau nama merek minuman kesehatan, obat bebas atau over the counter (OTC), yang beredar luas di pasaran domestik, maupun mancanegara. Produk Sinde antara lain Larutan Penyegar Cap Badak, Lasegar, Ena’o, Teangin, Liang Teh Cap Pistol, Dellpo dan sebagainya. Beberapa pasaran ekspor yang berhasil ditembus Sinde antara lain Belgia, Arab Saudi, Hongkong, Korea Selatan, Brunai, Filipina, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, Singapura dan Australia.

Melalui sharingnya Bpk Jony menegaskan bahwa seorang entrepreneur selain harus pantang menyerah juga harus selalu belajar hal-hal baru, entrepreneur must be a lifetime learner. Beliau pun menuturkan tentang tantangan yang dihadapi seiring tumbuhnya usaha pasti semakin berat, dan terus belajar adalah salah satu kunci agar bisa menjalani semua tantangan dengan sukses. Perjalanan karir Bpk Jony pasca kembali dari luarnegeri pun menyiratkan hal yang sama, bahwa pengalaman dari hasil belajar, melihat langsung ke lapangan menjadi kunci utama untuk bisa sukses memimpin usaha. Walaupun status beliau sebagai anak dari owner perusahaan, Papa beliau tetap memperlakukannya sebagaimana karyawan lain, semata-mata dengan harapan agar kelak ketika sudah saatnya memimpin usaha, bisa lebih bijak dan objektif dalam mengambil keputusan.

Acara Kelas Inspirasi pun diselingi dengan kunjungan ke beberapa plant PT Sinde, dimana para peserta diajak untuk melihat langsung proses produksi minuman penyegar dan produk lainnya. Bahkan kami pun diajak serta untuk mengunjungi mini museum koleksi kendaraan keluarga Bpk Budi Yuwono.

Di sesi penutupnya dengan dimoderatori oleh Bpk Yuswohady selaku Ketua Umum Komunitas Memberi, Bpk Jony menegaskan dan berharap agar sharing session yang diinisiasi oleh Komunitas Memberi bisa terus berjalan, dan beliau berharap suatu saat gantian beliau yang menjadi peserta, dan mendoakan agar usaha para peserta yang saat ini mayoritas berskala UKM bisa terus tumbuh dan besar sebagaimana yang telah dilalui PT Sinde Budi Sentosa.

“Saya merasa perlu untuk belajar juga dari Bapak-Ibu sekalian karena Bapak-Ibu sekalian adalah entrepreneur sedangkan saya bukan, yang entrepreneur itu Papa saya.” Tegas Bpk Jony Yuwono

Begitulah sosok CEO Sinde Budi Sentosa, Bpk Jony Yuwono, pribadi yang sangat humble, kami merasa sangat bersyukur mendapatkan sharing langsung dari beliau, sekaligus menambah wawasan baru lewat kunjungan, melihat langsung proses produksi produk-produk PT Sinde.

Para Peserta berfoto bersama di mini museum PT Sinde Budi Sentosa

Nantikan event #InspirationClass Komunitas Memberi berikutnya, akan banyak topik-topik dengan insight dan pembicara yang luar biasa, Stay tune in our channel.

Komunitas Memberi

Semangat memberi untuk negeri

Entrepreneur Talk: Marketing Outlook 2018: Welcome to Leisure Economy

Ada dua arus besar yg bakal menyapu lanskap bisnis Indonesia di tahun 2018 yaitu: digital economy & leisure economy. Digital economy mendisrupsi pasar ke arah “commoditization” dmn pemain berlomba menerapkan market pricing; leisure economy mendorong “customization” utk menghasilkan premium pricing. Digital economy menghasilkan “functional solution” dg menawarkan utility value; leisure economy menciptakan “defining moment” dg menawarkan experience & connection value.

Beberapa shifting anomali terkait preferensi customer di tahun 2017 sebagai proyeksi untuk tahun 2018 dibahas tuntas oleh Bapak Yuswohady selaku CEO Inventure Indonesia. Pembicara lain Pak Handoko Hendroyono selaku produser dari Film Filosofi Kopi dan founder Viva Barista menambahkan tentang bangkitnya ekonomi kreatif lewat dorongan brand-brand artisan yang semakin menegaskan adanya fenomena “leisure economy”. Yang lebih menarik, Pak AB Sadewa turut mempertajam tentang beberapa fenomena di bisnis Panorama Group, pentingnya value untuk memperpanjang lifecycle consumer, masifnya digital economy masih terbatas pada commoditization brand, sedangkan leisure economy mendorong pada customization.

Pembahasan 3 pembicara ini terangkum secara apik lewat Event Entrepreneur Talk Desember, Marketing Outlook 2018: Welcome to Leisure Economy, bertempat di Break Out Area Menara BCA, lantai 22, Jln MH Thamrin Jakarta Pusat, hari Sabtu, 9 Desember 2017, pukul 09.00 – 12.30 WIB.

Jangan sampai ketinggalan di event-event Komunitas Memberi berikutnya, tetap stay tune di channel social media kami:

Twitter: @memberiID

Facebook: Memberi ID

Instagram: @memberi.id

Materi Presentasi Outlook 2018 bisa diunduh di bit.ly/ebookleisure

Menangkap Peluang Bisnis Keto

Itulah entrepreneur. Begitu muncul peluang bisnis, maka dengan cepat ia menyambarnya.

Itulah yang terjadi dengan demam diet ketogenik (LCHF: “low carb, high fat) yang kini sedang melanda tanah air. Begitu diet gaya baru ini populer, maka para entrepreneurs pun langsung gerak cepat untuk mengambil peluang bisnis yang terkait dengan diet ini.

Macam-macam peluang bisnis yang bisa mereka tangkap: mulai dari katering menu keto, resto kuliner keto, konten resep keto, chef keto, konsultasi diet keto, apps program keto, produk virgin coconut oil (VCO), produk teh hijau, brownies keto, hingga kopi keto.

Seorang teman pelaku bisnis keto berujar, di bisnis ini konsumen tak begitu sensitif harga. “Bahkan makin mahal harganya, makin laris,” ujarnya. Tak heran, karena para konsumen di bisnis ini umumnya knowledgeable dan berdaya belinya tinggi, alias dari kalangan berduit. Tak heran jika bisnis ini umumnya bermarjin tinggi… sangat menggiurkan!!!

Nah, Anda para entrepreneurs tentu mulai tergoda untuk terjun ke bisnis ini. Jangan banyak mikir, ikuti diskusi seru ini dan gali informasi sebanyak mungkin dari para pelaku bisnis keto yang telah sukses.

Dan cepat ambil keputusan untuk memasuki bisnis yang sedang hits ini!!!

Ikuti diskusinya di #KelasPengetahuan Komunitas Memberi pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 20 November 2017
Tempat: Dapur Solo, Jl. Matraman Raya No.18, Jakarta Timur.

Pembicara:

Annas Ahmad, FoodKeto
Yos Rizal, KopiKeto
Andy Fajar Handika, Kulina.id

Moderator: Yuswohady

Entrepreneur WAJIB hadir!!!

Acara ini terbuka untuk umum, dan FREE

Peserta wajib daftar di: bit.ly/keto18nop
Atau hubungi: 081 227 607 219

sumber: http://www.yuswohady.com/2017/11/14/menangkap-peluang-bisnis-keto/

“Growing Teen to be An Entrepreneur: The Parents & Teacher Agenda”

Entrepreneurship Parenting Series

THE NEW APPROACH OF PARENTING

“Growing Teen to be An Entrepreneur: The Parents & Teacher Agenda”

Komunitas Memberi berkolaborasi dengan Creator School dan BCA mengajak Orang Tua dan Para Pendidik untuk bersama-sama membuka diskusi “Growing Teen to be An Entrepreneur: The Parents & Teacher Agenda”. Talkshow ini membawa tema tentang pentingnya menanamkan mental seorang Entrepreneur dalam diri anak. Setidaknya 7 keahlian dasar harus dimiliki anak. Keahlian ini menjadi senjata untuk bertahan hidup di masa depan.  Ketujuh keahlian dasar terangkum dalam karakter seorang entrepreneur yang memiliki mental pencipta atau Creator Generation.

Mengundang Balqis & Mofa (Teenpreneur), Ify Bustami & Diah Yusuf (Orang Tua), Bukik Setiawan & Andreas Budiarto (Praktisi Pendidikan) yang akan berbincang bersama dan menjawab pertanyaan seputar mendidik anak menjadi creator generation dan apa sajakah 7 keahlian dasar untuk bertahan hidup. Dimoderatori oleh Yuswohady, Principal Creator School yang akan memandu Talkshow menjadi diskusi yang insightful. Acara ini diselenggarakan pada 4 November 2017 pukul 09.00-12.00 WIB bertempat di Breakout Area Menara BCA Lt. 22, Jl. MH Thamrin No.1, Jakarta Pusat.

Acara ini BEBAS BIAYA REGISTRASI dan terbuka untuk umum. Kuota terbatas untuk 50 pendaftar pertama. Segera daftarkan diri dan ajak serta putra-putri anda. Mari bersiap menjadi bagian dari lahirnya Generasi Tercipta!

Registrasi: bit.ly/TalkshowCSxBCA

Info lebih lanjut 087812800221 (WA)

 

Event Scale Up Business #KelasInspirasi Oktober

Komunitas Memberi kembali mengadakan kunjungan sekaligus membuka forum case study dari bisnis Upnormal Group atau Cita Rasa Prima Group (CRP Group) dalam event #KelasInspirasi Oktober. Event ini akan membawa tema tentang “Scaling Up Business” dengan narasumber utama, Rex Marindo selaku Direktur Pemasaran CRP Group, sosok entrepreneur yang luar biasa di balik jaringan bisnis Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, Nasi Goreng Rempah Mafia, Sambal Khas Karmila, dan Upnormal Coffee Roaster. Seperti biasa forum ini akan dimoderatori oleh Ketua Umum Komunitas Memberi, Yuswo Hady selaku pakar marketing dan branding.

Topik utama kali ini akan membedah strategi scaling up dari case bisnis CRP Group yang tentunya akan sarat insight interdisciplinary ilmu bisnis, sangat cocok untuk para entrepreneur dan profesional agar semakin kuat bersaing di era disruptive. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017, pukul 09.00 – 12.00 wib, bertempat  di Upnormal Coffee Roaster, Jln KH Wahid Hasyim no 79-81, RT 1/RW 4,  Menteng, Jakarta Pusat.

Acara ini terbuka untuk umum, dan 100% GRATIS, untuk konsumsi bisa ambil  dan bayar sendiri di Upnormal Coffee Roaster. Segera daftarkan diri anda, tandai di kalender dan pasang alarm reminder di HP. Ajak segera kawan, saudara atau kolega dan daftarkan bersama berhubung tempat terbatas, limited only 100 seats.

Format pendaftaran: Nama Lengkap – Profesi – Nama Usaha/Instansi – Kota, kirim ke 0812-227-607-219 (sms atau whatsapp)

atau via

bit.ly/upnormal28okt

#Kelasinspirasi Komunitas Memberi merupakan salah satu program rutin yang bertujuan menjadi jembatan sharing kompetensi (knowledges & skills) antara owner-professional di perusahaan yang well established dengan para praktisi ukm. Event ini FREE dan terbuka untuk umum.

 

Entrepreneur Talk: Sukses Berbisnis Fashion

Pada hari Sabtu, 30 September 2017 pukul 09.00 – 12.00 WIB, bertempat di Breakout Area, Menara BCA, lt 22, Komunitas Memberi kembali mengadakan talkshow dengan tema: Sukses Berbisnis Fashion, berkolaborasi dengan Bizguide BCA & SmartFM.

Hadir sebagai pembicara; Agung Hidayatullah (Marketing Director Mandjha Hijab Ivan Gunawan), Fitri Aulia (Owner Kivitz) dan Dina Midiana (Fashion Expert). Acara ini dimoderatori oleh Ketua Umum Komunitas Memberi, Yuswohady.

“Bisnis fashion itu sangat tergantung pada tren, jadi selalu dinamis dan berubah-ubah. Karena itu sangat diperlukan kreativitas dan inovasi secara terus menerus.” Kata Dina Midiana.

Talkshow semarak dengan berbagai pertanyaan dari peserta dalam sesi tanya jawab tentang perkembangan bisnis fashion. Acara ini menjadi spesial karena menjadi ajang reunian, berkumpulnya kembali para memberians angkatan pertama.

Seru kan, jadi jangan lewatkan event Komunitas Memberi berikutnya, Dear Memberians. Banyak agenda menarik di bulan oktober ini lho, keep update in our channel, mari pererat lagi silaturahmi.

Salam memberi 🙂

 

 

 

Ramadhan Marketing in Action Winning the #GenM Market

RAMADHAN MARKETING in ACTION

WINNING THE #GenM MARKET

 

by yuswohady

Tiap tahun Komunitas Memberi selalu menggelar Bukber dan silaturahmi di bulan Ramadhan yang disertai acara sharing topik-topik yang lagi hot. Tahun ini temanya adalah: Ramadhan Marketing in Action: Winning the #GenM Market. Bakal seru karena menampilkan para champion pasar muslim:

Pien Warni, Sariayu: Bagaimana Sariayu winback memenangkan pasar kosmetik halal di tengah gempuran brand-brand kosmetik halal yang begitu masif lima tahun terakhir.

Kristina Wijaya, Promag (Kalbe): Promag awalnya tidak diposisikan ke pasar muslim, tapi karena selalu gencar berpromo di bulan puasa dan ambasador Deddy Mizwar kemudian identik dengan pasar muslim. Bagaimana strategi jitu Promag membangun loyalty kaum muslim?

Yulia Astuti, Moz5: Mbak Yulia merintis salon muslimah pertama di Indonesia sejak tahun 2002, saat dimana kesadaran berhijab dan berpenampilan Islami belum muncul. Bagaimana Moz5 mendidik pasar dan tetap unggul di tengah gempuran pendatang baru.

Muh. Civic, properti syariah: geliat minat konsumen muslim terhadap produk properti yang selaras dengan tuntunan Islam begitu bergairah. Bagaimana potensinya? Bagaimana strategi menggarapnya?

Cepi Husada, Saliha.id: NET meluncurkan media online gaya hidup muslim masa kini Saliha.id untuk menggarap pasar #GenerationMuslim #GenM yang tumbuh pesat. Sebagai pendatang baru, bagaimana Saliha.id mencuri pasar muslim dengan memanfaatan keuatan brand NET?

Talkshow akan dimoderatori oleh Yuswohady, penulis buku #GenM “Generation Muslim”.

Yuk ikutan silaturahmi sekaligus membuka wawasan pasar muslim di acara Bukber Komunitas Memberi

“Ramadhan Marketing in Action: Winning the #GenM Market”

Kamis, 8 Juni 2017, 14.00-17.00 WIB, Kota Kasablanka (Kokas)

Participant Fee: Rp 75.000
akan mendapatkan buku #GenM “Generation Muslim” by Yuswohady (Bentang, 2017) dan Voucher bukber di Eat & Eat Kokas

Transfer Pendaftaran ke
PT. Bpr dana multi guna, No rek BCA 3433004619 (kode BCA 014)
Setelah transfer harap segera konfirmasi dengan kirim bukti pembayaran ke WhatsApp 0852-8259-2516

Info & Pendaftaran:
WhatsApp
Nur: 0852 8259 2516


*(Segera Daftarkan diri Anda – Tempat Terbatas)

Mengemas Wisata Kuliner menjadi Experiential Product

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yg luar biasa di berbagai daerah di Nusantara. Kalau kekayaan kuliner ini “dikawinkan” dengan keindahan alam dan kearifan budaya lokal yg adi luhung maka akan tercipta produk wisata kuliner yg sensasional.

Bagaimana strategi mengemasnya? Bagaimana menjualnya? Ikuti radio talkshow “Smart Branding” SmartFM 95.9, Kamis, 4 Mei 2017, pukul 07.00-08.00 (pagi),

bersama Anton Thedy, pendiri TX Travel dan praktisi bisnis wisata kuliner.

Live streaming di FB: Bizguide BCA dan Youtube: Solusi BCA

Presented by: Komunitas Memberi feat Bizguide BCA & Smart FM

EVENT KEREN untuk Wirausaha – Sabtu, 4 Februari 2017

EVENT KEREN untuk Wirausaha

GRATIS (free)

UKM Outlook 2017″
Sabtu, 4 Februari 2017, pukul 09.00-12.00, Breakout Area, Menara BCA lt.22, Jl. Thamrin, Jkt.

Tahun 2017 adalah tahun *”curi start”* bagi UKM. Di tengah ekonomi Indonesia yang mulai *take-off*, pelaku bisnis UKM harus *speed, inovatif, agresif* dalam mencetak profit.

Bagaimana pelaku UKM cerdas menyiasati tahun 2017? Tokoh-tokoh UKM Indonesia akan berbagi strategi & tips dalam: *”UKM Outlook 2017″* Let’s Rock!!!

Moderator:
Yuswo Hady

Narasumber:
1. Budi Satria Isman (OIM Indonesia): Tren Bisnis UKM
2. Tri Gunadi (Telkom): Tren ICT untuk UKM
3. Musthofa Romdhoni ( Presiden TDA): Tren Pasar UKM
4. Lani Rahayu (Blibli): Tren E-commerce untuk UKM
5. Anke Dwi Saputro (pengamat n praktisi bisnis kuliner): Tren Bisnis Kuliner UKM

Tempat Terbatas
Langsung daftar kesini :
https://goo.gl/forms/jRNL10IDSQM1xGdo1

Konfirmasi ke Sdr Farid 0856-3415-649

UKM Outlook 2017

Tahun 2017 adalah tahun curi start. Kenapa? Karena tahun depan ekonomi kita mulai menemukan kembali momentum pertumbuhannya. Di tengah ekonomi yang mulai bertumbuh, siapa cepat ia akan dapat dan menjadi pemenang. Ketika pemain lain masih galau dan wait and see, Anda harus sigap memanfaatkan peluang. Be the first, and win the market.

Bagaimana UKMers bisa mencuri start di tahun 2017? Anda harus menjadi pionir di pasar yang telah cukup lama “mati suri”. Anda harus agresif memicu demand di tengah pasar yang selama ini melemah. Dan senjata paling ampuhnya, Anda harus cerdas melakukan inovasi dengan menciptakan value yang super tinggi (more-for-less product).

Nah, untuk bisa curi start dan memenangkan persaingan di tahun 2017 Anda harus mendengarkan dan menggali business wisdom dari para UKM leaders top di negeri ini dalam acara UKM Outlook 2017.

Menampilkan 5 pembicara di bidang yang berbeda, para UKMers akan mendapatkan insight yang berharga dari para UKM leaders. Mas Budi Isman (OIM) akan mengupas strategi bisnis ampuh UKM di tahun 2017. Mustafa Romdoni (TDA) meninjau pasar-pasar prospektif bagi UKM di tahun 2017. Lani Rahayu (Blibli) akan meneropong prospek e-commerce bagi UKM di tahun 2017. Tri Gunadi (Telkom) melihat bagaimana ICT bisa menjadi enabler ampuh bagi bisnis UKM. Dan secara khusus Anke Dwi Saputro (YouBrand) akan menguraikan tren bisnis kuliner UKM. Pasti seruuuu!!!

www.yuswohady.com